Cari Blog Ini

Kamis, 05 September 2013

I Watch: Criminal Minds, Ada Sepotong Kisah di balik Setiap Kasus Kriminal

The Latest Formation, Season 8

Welcome to my blog... Here we go, my first post, and happy reading ;)
Siapa sih yang ngga kenal ama serial tv  Criminal Minds? Jawabannya: mungkin  ngga banyak. Karena sampai saat ini saya belum ketemu review atau ulasan lengkap mengenai Criminal Minds yang berbahasa Indonesia *hihihi...
Faktor lainnya, mungkin karena (Criminal Minds atau CM) hanya ditayangkan oleh jasa tv kabel, jadi tak semua orang menonton serial ini dan serial-serial lainnya.
Mereka adalah para agen FBI, namun khusus di bagian BAU (yaitu unit analisis perilaku, penjahat kriminal tentunya) dan... para unsub alias penjahat yg mereka profilkan terdiri dari pembunuh berantai, rappist, bomber, penyulut kebakaran, penculik, dan teroris. Well, kamu bisa baca lengkap disini. Kamu akan menemukan episode guide terlengkap, casts, characters, plots, dan... bookend quotes yg biasanya ada di awal tayang dan akhir tayang setiap episode-nya. Lengkap deh sumpeh!
Pertama kali nonton CM di Universal Channel sekitar akhir tahun 2012 dan awal tahun 2013 kalo ngga salah ingat, dan pada saat itu kami menggunakan jasa Prima Vision untuk berlangganan tv kabel daerah Banjarmasin.
Beberapa kali nonton serial ini sebenarnya tanpa sengaja, dan ga langsung suka. Tapi, ketika nonton episode ke 10 dengan judul True Night  di Season 3 CM, saya mulai tertarik. (karena tayang dengan kisah yang berbeda pada setiap episode, maka tidaklah terlalu sulit untuk dinikmati walau tidak mengikuti dari awal secara maraton)
Episode True Night cukup memorable buat saya, ketika seorang komikus berbakat sepenuhnya tidak menyadari bahwa dia berubah menjadi kesatria tengah malam yg membalas dendam pada apa yg pernah menimpanya dan menewaskan tunangannya tercinta. Sepotong kisah tragis yg hadir dalam serial ini, dan saat kasus selesai, John sang komikus terperangkap dalam imajinasinya bahwa tunangannya masih hidup, namun hanya bisa didengar lewat pesan suara yg ia tinggalkan di handphone-nya.
Hampir bisa dikatakan setelah itu saya mulai mengikuti serial ini, dengan mengecek Universal Channel Asia Schedule. Kemudian channel ini pernah tiba2 menghilang dari orbit remote tv saya, entah kenapa. Berbulan-bulan kehilangan CM, waduh bayangin aja, mungkin kaya emak-emak yang kehilangan siaran telenovela (kaya pas zamannya Maria Marcedes, haha...), akhirnya saya dipertemukan kembali dengan para special agent BAU ini di Fox *oh Thank God... walaupun udah di Season 7 dan 8.
Btw, saya pribadi ngga pernah nonton season 1 dan 2, (padahal punya dalam kepingan dvd, tapi buat saya itu tidak masuk hitungan dg alasan subtitle bahasa nya ancur abis, dan hal itu mengurangi kenikmatan saat menontonnya) jadi saya ngga begitu familiar dengan Agent Jason Gideon, karena Agent Gideon pensiun dan digantikan oleh Agent Aaron Hotchner, yg biasa disingkat dg 'Hotch' oleh rekan2nya. Inilah para agent yg selama ini sangat familiar dengan mata saya:
The Agents, Left to right: Derek Morgan-Penelope Garcia-Emily Prentiss-Aaron Hotchner-David Rossi-Jennifer 'JJ' Jareau-my most favorite man Dr. Spencer Reid

Seperti film atau serial tv kebanyakan, ada drama pula yg terjalin baik itu diantara para agent maupun agent itu sendiri dengan kehidupan pribadi masing2. Menarik memang jika kita mengikuti sejak awal, sehingga mengetahui apa yg terjadi dengan kehidupan pribadi mereka, but it doesn't matter...hampir kebanyakan kisah pribadi mereka tidak begitu banyak mengambil porsi dalam setiap episode, kecuali nanti ada keterkaitan dibeberapa episode. Jika kamu tertarik dengan profile lengkap mereka, you can look here.

Baiklah, karena saya mengaku saya adalah fans dari serial Criminal Minds, di bawah ini beberapa ulasan (baca: SPOILER) dari episode2 yg memorable menurut saya, lanjut....
Lucky: the unsub in this episode is Floyd Feylinn Ferell seorang kanibal sadis yang memutilasi korban dan menjejalkan potongan jari2 korban lain pada korban lain,  mungkin lebih sadis dari Hannibal Lecter (IMO). Si F3 ini, yang namanya berinisial FFF alias huruf ke-enam dari urutan abjad, yg menjadi 666, juga memiliki keyakinan akan kekuatan black magic atau aliran kesetanan, yah kurang lebih begitu. Jangan tertipu dengan wajahnya yg seakan-akan bodoh karena ia pernah dirawat di Rumah Sakit Jiwa dan bereksperimen membuat resep makanan dari para gadis yg ia bunuh kemudian menulisnya dalam sebuah catatan/buku yg ditemukan agent Morgan. Korban terakhir, Tracey Lambert, gadis yg dicari2 oleh FBI gagal ditemukan karna si F3 ini memilih bungkam, dan akhirnya memberi jawaban yg mengerikan ketika seorang pendeta menanyainya, sudah terlambat, Tracey Lambert sudah dihidangkan dalam makanan yg dimasak F3 untuk para sukarelawan yg mencari gadis2 yg hilang. Oo...


  • Kira2 ada yg mau dimasak atau dimasakin ama koki kita, Floyd Feylinn Ferell? Just kidding
Pleasure is my Business
kali ini kita punya tersangka yg cantik (and absolutely deadly, of course) Megan Kane. Nih cewek sebenarnya tajir loh, terus ngapain dia jadi high class-call girl? Motivasinya ternyata pengen balas dendam ama bapak2 yg doyan selingkuh dan lupa en ga sayang lagi ama anak mereka, kaya bapaknya Megan. Momen yg cukup touching buat saya ketika dia menaruh kepercayaan ama Agent Hotchner yg notabene juaaaarang banget senyum tapi kagak pernah selingkuh, kalo ditinggalin ama istri sih iya, ckckck...Maklum lah, resiko pekerjaan, jarang kumpul keluarga, dan mempertaruhkan keselamatan diri sendiri, istri, dan anak, jadilah agent Hotch menduda. Kayanya sih Megan mau banget jadi istrinya Hotchner andaikan ketemu di lain kesempatan, hehe... tapi pada akhirnya, Megan bunuh diri minum racun dihadapan Hotchner dengan tenang.

Conflicted: 
Hello....kita punya si ganteng Jackson Rathbone disini yg berperan sebagai Adam Jackson yang menderita Dissociative Identity Disorder alias berkepribadian ganda, yaitu Adam sosok yg lugu dan lemah dan Amanda yg cantik dan mematikan. Sempat kaget juga waktu tau Jasper-nya Twilight main dimari. Kalo kamu penasaran gimana transformasinya Jackson Rathbone menjadi si cantik Amanda bisa lihat disini.
Satu lagi, ternyata Jackson Rathbone mirip bener loh ama Dr. Reid, they can be brother, LOL. Look this pic

see...?? haha.. Endingnya? Tenang aja, Adam a.k.a. Amanda kagak mati kok, cuman ogah nyadar aja, dan 'the hottest nerd' kita Dr.Reid janji akan tetap mengunjungi Adam/Amanda sampai Amanda mau ngembaliin Adam ke kehidupan sebenarnya (baca: kagak pake makeup ama wig lagi XD)

A Shade of Gray 
Kisah hilangnya bocah 7 tahun yg hanya rekayasa, ternyata dilakukan atas inisiatif serif setempat dan kedua orangtua bocah tersebut, yang ternyata melindungi pembunuh sebenarnya. Unsub yg pada awalnya diyakini pelaku penculikan itu, seorang pedofilia, memang tertangkap. Tapi para agent merasakan beberapa keganjilan. Mulai dari usia bocah hilang yg tidak sesuai dg para bocah kebanyakan yg telah menjadi korban si pedofil, TKP yg aneh, posisi mayat bocah hilang saat ditemukan berbeda dg korban pedofil, dan ada mainan pesawat kecil yg ditemukan di tenggorokan bocah tsb. Saat interogasi dilakukan pada orangtua bocah tsb, serif pun didesak oleh agent Hotch untuk memberitahu apa yg sebenarnya terjadi. Di ruangan lain agent Emily Prentiss menyadari bahwa kakak laki2 sang bocah memiliki temperamen yg buruk dan sama sekali tak ada raut kesedihan mengenai kematian adiknya. Si kakak inilah pembunuh yg dilindungi oleh serif dan kedua orangtua bocah. Buat saya pribadi seorang ibu, cerita ini sangat tragis, ketika kehilangan seorang anak karena 'kecelakaan' dan kita berusaha sekuat mungkin melindungi satu2nya anak yg tersisa dari jeratan hukum, ternyata anak yg kita lindungi seorang sosiopat. Saya nangis nonton ini :'(

The Uncanny Valley 
Mereka jelas bukan boneka sungguhan dengan tiang infus disamping mereka. Ada tiga wanita yang merepresentasikan satu set boneka yang dulunya dimiliki oleh Samantha Malcolm. Tiga wanita ini diculik, diberi injeksi yang melumpuhkan otot mereka, namun mereka dirancang agar tetap sadar (melek maksudnya). Tentu saja, karena Samantha tidak ingin bonekanya menjerit berteriak minta tolong. Sam, akan me-make over mereka dengan bedak tebal, mengukir bibir mungil khas boneka dengan pensil bibir (lip liner), lipstik merah, dan tak lupa fake eye lashes untuk tampilan wajah cantik mirip boneka. Ciri khasnya yang menjadi pusat perhatian utama saat pem-profil-an adalah gaun yang ia pakaikan untuk para korban. Jahitan tangan asli yang bisa dikatakan adalah keahlian Samantha yang mengangumkan sodara-sodara! Wanita2 yang diculik tentu saja ngga selamanya survive. Yang meninggal, yah dia buang ke tempat hiburan atau taman saat sepi. Barulah Samantha mencari wanita pengganti untuk koleksi bonekanya. Hal yang mengerikan pada episode ini saya rasa ketika salah satu korban ditemukan dengan rambut sintetis seperti rambut pada wig kebanyakan yang dijahitkan langsung pada kulit kepala korban. Uuuuuuuhh....

Episode lainnya ada Parasite tentang seorang penipu rupawan yang akhirnya kalap karena mulai ketahuan dan bingung dengan semua identitas palsu yang pernah dipakainya untuk menipu klien. Ckckck... Saya aja bingung ama email ama password kalo lebih dari satu :D
Terus ada The Internet Is Forever. Yah, kita dapat mengambil pesan dari episode ini bahwa apapun yang pernah kita tulis atau posting di internet maka akan selamanya ada. Mungkin bisa saja dihapus, tapi kalo sudah keburu diunggah dan disimpan bahkan disebarkan oleh pihak ketiga kan semakin kompleks permasalahannya... Betul?
Yang lucu di episode ini pas agent Rossi terdengar mencemooh status2 ngga jelas para pengguna sos-med seperti facebook. "C3mUn9uDhh...." hahaha
Setelah lamaaa ngga ketemu CM, kemudian saya ngga sengaja nonton di DVD season 7 judulnya Proof, cukup menyeramkan buat saya. Dibalik tampang bodohnya ternyata Ben Bradstone sangat sadis dan bastard! (Sorry)

Dari banyak episode yang pernah saya tonton dan sudah di ulas di atas yang menurut saya memorable, ada beberapa episode yang mungkin menarik dan belum sempat ditonton, diantaranya:
I Love You, Tommy Brown
The Good Earth
Minimal Loss
Revelations
Blood Hungry

Entah bagus atau ngga, kita lihat saja nanti. Bye...

Tidak ada komentar:

Posting Komentar